Jumat, 26 Desember 2008

Nikmatnya Coto Kuda

Malam tgl 23 desember kemarin aku sangat puas sekali. Tahu kenapa? karena keinginanku selama ini yang aku pendam dalam hatiku akhirnya terlampiaskan juga.

Sore aku janjian sama tetanggaku untuk pergi dan tepat jam 8 aku pergi sama tetanggaku. Eits jangan mikir yang tidak-tidak dulu ya! aku perginya sama tetangga cowok lho hehehehe...soalnya tetanggaku itu yang tau tempatnya.

Temenku aku tinggal dirumah sendirian saja karena dia sedang kerja, jadi aku keluar sama tetanggaku itu tadi. Sepeda motorku aku starter aku menuju ke rumah tetanggaku tadi. Langsung aku panggil dia dan segera dia keluar, akhirnya aku keluar sama temenku. Dengan santainya aku jalan menelusuri jalan-jalan di Makassar. Jalanan yang macet sehingga aku tidak bisa tancap gas, tapi tidak apa-apa biarpun pelan-pelan hitung-hitung sama cari pemandangan hehehehe. Saking nyantainya aku tidak terasa kalau aku sudah sampai di tempat tujuanku.

Dan akupun merasa senang sekali karena aku malam itu bakalan terpenuhi semua hasrat keinginaku untuk makan daging kuda. Sampai ditujuan aku sama temenku langsung disambut dengan sebuah papan nama kecil yang bertulisan "COTO KONRO KUDA" dan aku sama temanku langsung saja masuk ke warung tersebut, tidak lupa aku menaruh dan menjagang (apa ya bhs indo nya menjagang hehehehe) sepeda motorku dan langsung masuk ke dalam warung itu. Selama masih diluar pikiranku sudah tidak karuan, aku berpikir kalau penjualnya cewek cantik aku bakalan betah dan mungkin akan berlangganan ke warung coto kuda itu. Tapi setelah sampai didalam warung itu eh semua yang ada di pikiranku sama sekali tidak terwujud, terlihat seorang yang menghadap ke belakang dengan makan nasi sepiring. Aku panggil dia dan ternyata orang itu adalah bapak-bapak sudah tua yang berjualan diwarung tersebut.

Aku tanya bapak itu "Sendirian saja pak jualanya?" bapak itu dengan tenangnya menjawab "Iya nak sendirian bapak jualanya". Aku sempat terharu sekali mendengar perkataan bapak itu, karena selain bapak itu sudah tua dia juga masih kuat berjualan sendirian tanpa di temani anak cucunya.

Akhirnya aku dan temanku minta dibungkuskan coto kuda yang selama ini akuimpi-impikan.
"Pak tolong dibungkusin 3 cotonya ya!" aku bertanya.
"Iya nak," Bapak itu menjawab.
Sambil membungkuskan pesanan ku tadi aku sama temanku juga sempat bertanya-tanya sedikit ke bapak itu.
"Sudah lama pak jualan disini" aku bertanya.
"Masih baru 1 bulan nak" Bapak menjawab.
"Ooo, ngomong-ngomong kudanya dari mana ini Pak?" aku bertanya lagi.
"Dari Jeneponto nak" Jawab Bapak.

Hanya dengan mendirikan sebuah warung dari kayu papan bapak itu berjualan sendirian, warung yang kecil dan nampak sebuah gubuk kalau dilihat dari jalan, itulah tempat bapak tuatadi berjualan coto kuda. Biarpun sudah tua Bapak tersebut masih sangat lihai sekali meracik bumbu-bumbu coto kuda yang dijualnya itu. Dengan penuh rasa semangat Bapak itu berjualan hanya demi sekedar mencari uang untuk menyambung hidupnya dengan keluarganya.

Lama terasa aku menunggu Bapak tua itu membungkuskan pesanananku dan akhirnya selesai juga bapak itu membungkuskan 3 coto kuda yang aku pesan.
"Sudah selesai Pak" temenku bertanya
"Sudah nak, di kasih sambal juga nak?" Sambil berjalan menuju ke belakang bapak menawarkan sambal kepadaku dan temanku.
"Iya pak, pakai sambal" aku menjawab.
"Berapa semuanya Pak" bertanya aku lagi.
"Rp. 30.000 nak" sambil senyum bapak menjawab.

Sempat aku sama temanku berfikir kalau harganya sangat murah sekali, karena umumnya coto kuda dijual dengan harga Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000 satu porsi atau satu bungkus. Tapi di bapak ini cuma Rp. 10.000. Akhirnya aku sama temanku pulang kerumah untuk memakan coto kuda tersebut bersama temanku yang ada di rumah.

Akhirnya aku dan 2 temanku makan bareng coto kuda tersebut, sungguh nikmat sekali daging kuda ini. Baru sekali ini aku merasakan nikmatnya daging kuda, apalagi ditambah dengan nimatnya racikan bumbu dari tangan pak tua yang jualan tadi. Sungguh...sungguh nikmatnya...

0 komentar:

 
© free template by Blogspot tutorial